Mother&Baby Indonesia
Disfungsi Panggul Usai Bersalin

Disfungsi Panggul Usai Bersalin

Setelah melahirkan Si Kecil, apakah Anda kerap merasakan nyeri di bagian panggul? Jika ya, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter ahli. Berdasarkan data badan kesehatan dunia (WHO), disfungsi panggul dialami 1 dari 7 ibu yang menjalani persalinan normal. Sementara itu, wanita dengan disfungsi panggul karena faktor genetik, diderita sekitar 1 persen populasi wanita di seluruh dunia.

 

Selain kedua fakta tersebut, berikut adalah beberapa fakta penting mengenai disfungsi panggul.



 


1.  Disfungsi panggul biasanya terjadi akibat persalinan normal setelah kelahiran anak pertama. Bila ibu mengalami disfungsi panggul dan sedang hamil anak kedua, tindakan persalinan Caesar harus dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

2.  Indikator disfungsi panggul adalah tidak mudah mengendalikan keluarnya air seni saat batuk dan bersin, serta sering sakit di bagian panggul, yang biasa disebut 'turun berok', penyebab hernia.



3.  Disfungsi panggul sering terjadi karena mengejan lebih dari 65 menit saat persalinan.

4.  Panggul ibu yang kecil dan bobot bayi yang terlalu besar, juga menjadi faktor penyebab terjadinya disfungsi panggul.

5.  Operasi panggul merupakan salah satu terapi yang sering diambil para pasien. Di Amerika, sekitar 200 ribu wanita menjalani jenis operasi ini setiap tahunnya.

6.  Tahap awal untuk mengetahui apakah Anda mengalami disfungsi panggul adalah dengan melakukan cek ulang menggunakan sistem scoring dari dokter kandungan sesuai dengan riwayat persalinan Anda. (Gita/DMO/Dok. M&B)



Tags: disfungsi panggul,   persalinan normal,   prolaps organ panggul,   pop,   risiko melahirkan normal








Cover Maret 2020