Mother&Baby Indonesia
Memahami Baby Blues

Memahami Baby Blues

Tidak semua momen pasca-persalinan menjadi bagian yang sangat membahagiakan bagi setiap ibu. Seperti yang ditunjukkan oleh data badan kesehatan dunia (WHO) bahwa sebanyak 50-80 persen ibu baru di dunia kerap mengalami sindrom baby blues atau biasa disebut depresi pasca-persalinan yang berlangsung hingga 2 minggu setelah melahirkan. Selain itu, sebanyak 10-20 persen ibu baru lainnya mengalami depresi ini hingga lebih dari 7 minggu setelah melahirkan. Namun sayangnya hingga kini, pengetahuan dan penanganan baby blues belum mendapat banyak perhatian.

 

Bila Anda mengalami stres hebat dan sering merasa kesepian, mudah marah, ketakutan berlebih, atau sensitif di masa pasca-persalinan, segeralah minta bantuan orang terdekat untuk memastikan bahwa Anda terkena jenis depresi ini atau tidak. Bila Anda benar-benar mengalami baby blues, cobalah cara berikut ini agar orang-orang di sekitar Anda mengerti apa yang sedang Anda rasakan.



 

1.  Ungkapkan kepada orang-orang terdekat bahwa pasca-persalinan merupakan hal yang membuat hidup Anda berubah.

2.  Anda butuh waktu untuk bisa memahami apa yang terjadi, begitu pun dengan kehidupan baru Anda. Katakan bahwa Anda butuh bantuan dan dukungan agar bisa mengurus Si Kecil dengan suka cita.



3. Kelahiran sama halnya seperti kematian-- akan ada shock therapy yang tepat untuk setiap hal baru, yang berbeda untuk setiap individu.

 

Selanjutnya, carilah cara agar Anda merasa tenang dan terbebas dari baby blues ini. Salah satunya, dengan istirahat yang cukup dan berkualitas. Selain itu, konsumsilah makanan bergizi agar dapat meredakan depresi ini. Walaupun hingga kini penyebab baby blues belum dapat dipastikan dengan jelas, peningkatan jumlah hormon, lingkungan sekitar, obat-obatan, kondisi psikologi, trauma masa lalu, sering dikaitkan sebagai pencetusnya.(Gita/DMO)



Tags: baby blues,   depresi,   persalinan,   depresi pasca-persalinan,   sindrom baby blues