Mother&Baby Indonesia
Depresi Saat Hamil

Depresi Saat Hamil

Mungkin Anda salah satu di antara sekian banyak wanita yang pernah mengalami kecemasan atau depresi yang berlebihan saat hamil. Wajarkah ini? Perlukah mewaspadainya? Beberapa hal tentang depresi kehamilan berikut ini merupakan daftar pertanyaan yang sering muncul, seperti dilansir oleh www.babycenter.com.

 

Wajarkah bila ibu hamil sering mengalami depresi?
Stres merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Namun, stres yang menjurus ke arah negatif yang menyebabkan depresi adalah hal yang perlu dihindari, termasuk saat hamil. Perhatikan pola makan, komunikasi, hingga semua jenis rutinitas pemicu stres.



 

Apakah depresi berlebih berpengaruh terhadap perkembangan janin?
Tentu saja! Stres meningkatkan hormon kortisol, yang menyebabkan banyak perubahan sistem kerja tubuh, termasuk gula darah Anda. Banyak hasil penelitian menemukan fakta bahwa berat bayi lahir rendah sering ditemukan pada ibu dengan tingkat stres yang tinggi.



 

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah depresi saat hamil?
Untuk mengatasinya, Anda perlu banyak berkomunikasi dengan orang terdekat, seperti suami, sahabat, orangtua, dan ahli di bidang psikologi. Anda juga bisa mengikuti kelas meditasi atau yoga untuk meredakannya. Tidur yang kurang berkualitas dan malnutrisi, juga perlu Anda perhatikan untuk mencegah depresi berlebihan. (Gita/DMO/Dok. M&B)



Tags: depresi,   kehamilan,   stres,   cemas,   hormon kortisol








Related Article