Mother&Baby Indonesia
Menguap, Apa Sebabnya?

Menguap, Apa Sebabnya?

Saat dilanda kantuk atau rasa lelah, sering kali tubuh memberi sebuah sinyal atau 'alarm' yang paling umum, yaitu menguap. Ada beberapa penelitian yang mengungkap faktor penyebabnya. Ternyata, tidak hanya karena rasa lelah, kekurangan oksigen pun dapat membuat orang menguap. Sebuah penelitian juga melaporkan, tingkat kebosanan juga bisa menjadi penyebab utama seseorang menguap. Dalam penelitian yang lain ditemukan bahwa para mahasiswa lebih sering menguap saat diperlihatkan pola warna, dibandingkan saat  mereka menonton video selama 30 menit.

 



Penelitian terbaru oleh National Geographic mengungkapkan bahwa menguap berhubungan dengan  kondisi pendinginan atau kondensasi di otak-- orang lebih cenderung sering menguap saat musim dingin tiba ketimbang saat musim panas. Sementara itu, menurut National Institutes of Health, beberapa kasus menguap yang berlebihan bisa menjadi reaksi yang disebabkan oleh saraf vagus, yang menunjukkan adanya masalah jantung.



 

Bahkan bisa menjadi sinyal gangguan otak pada beberapa kasus langka lainnya. Mungkin belum ada penelitian ilmiah yang mendukung teori ini, tetapi sejumlah kabar menyatakan bahwa waktu paling lama seseorang menguap sekitar 6 detik. Selama 6 detik ini,  denyut jantung pun meningkat secara signifikan. (Aulia/dok.freedigital.net)



Tags: kekurangan oksigen,   menguap,   kondensasi otak,   otak