Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 30 Mei 2013 / Redaksi

Risiko Hamil Anggur

Hamil anggur atau dalam istilah medis disebut mola hydatidosa adalah kondisi telur yang telah dibuahi sperma tidak berkembang menjadi janin normal. Ada hamil anggur lengkap dan ada pula hamil anggur sebagian. Pada hamil anggur lengkap, seluruh isi rahim hanyalah gelembung-gelembung yang dipenuhi cairan. Sedangkan pada hamil anggur sebagian, rahim berisi gelembung-gelembung cairan juga janin yang pertumbuhannya tidak sempurna, sehingga janin tidak mampu berkembang.

 

Kelainan ini lebih sering ditemukan pada ibu hamil yang berusia lebih dari 40 tahun. Selain itu, kasus ini juga lebih sering terjadi pada wanita hamil yang kekurangan gizi atau menderita penyakit kronis. Ibu dengan hamil anggur umumnya juga mengalami perdarahan pada awal kehamilan, bahkan hingga menimbulkan anemia.



 

Penderita hamil anggur cenderung hipertensi, urine mengandung protein, dan terjadi pembengkakan atau oedema. Pada waktu dilakukan pemeriksaan, detak jantung janin pun tidak terdengar. Umumnya, kehamilan ini akan gugur sebelum bulan ke-4 dan jaringan abnormal yang keluar berupa gelembung-gelembung kecil berisi cairan.



 

Kehamilan anggur memang tidak bermanfaat, sehingga harus dibuang. Jika Anda mengalaminya, lakukan pemeriksaan selama 6 bulan untuk memantau kemungkinan timbulnya penyakit lain. Cara mengatasi kehamilan anggur adalah dengan kuret hisap ataupun dilatasi dan kuret. Anda yang pernah mengalami kehamilan anggur sebaiknya tidak hamil dalam jangka waktu setahun setelah kehamilan anggur ini terjadi. (Aulia/doc.M&B)

 

 


RELATED ARTICLE

Bahaya Plasenta yang Lengket

Jika Janin Gagal Tumbuh

Tes Darah Selamatkan Kehamilan

OTHER ARTICLES

Optimalkan Perkembangan Anak dengan Mainan Musik

Apakah Tendangan dan Gerakan Janin Pertanda Ia Sehat?

Efek Pola Asuh Moms terhadap Jagoan Ciliknya

6 Ketakutan yang Ibu Rasakan Menjelang Persalinan

Bayi Pertama di Amerika Lahir dari Transplantasi Rahim