Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 14 Mei 2013 / Redaksi

Tes Darah Selamatkan Kehamilan

Jika Anda belum pernah melakukan tes darah sebelumnya, maka bersegeralah melakukan tes ini di trimester awal kehamilan Anda. Pemeriksaan tersebut sangat penting agar dokter dapat segera melakukan langkah pencegahan jika terjadi masalah. Saat usia kehamilan Anda memasuki 30 minggu, Anda juga harus kembali melakukan pemeriksaan darah, terutama untuk mengetahui kadar zat besi  dan hemoglobin dalam darah. Berikut beberapa jenis tes darah yang harus dipastikan hasilnya sebelum hari persalinan tiba.
Golongan Darah Sistem ABO
Tes darah jenis ini berguna untuk memberikan informasi akurat pada dokter mengenai golongan darah Anda berdasarkan ada/tidaknya antigen A dan B. Tim medis harus memastikan jenis golongan darah Anda ini untuk mengantisipasi jika kelak terjadi perdarahan hebat saat proses persalinan yang membutuhkan transfusi. Jika kasus perdarahan ini terjadi, dokter pun dapat langsung mencari golongan darah yang sesuai bagi Anda.
Golongan Darah Sistem Rhesus
Pemeriksaan jenis golongan darah ini dilakukan untuk mengetahui apakah rhesus darah Anda positif atau negatif. Jika, rhesus darah Anda negatif, sementara janin Anda memiliki rhesus positif, maka Anda memerlukan suntikan anti-imunoglobulin D (anti IgD) setelah melahirkan. Jika mengalami keguguran, suntikan tersebut pun diperlukan sebagai perlindungan agar di kehamilan berikutnya bayi Anda tidak mengalami anemia akut atau penyakit kuning Erythroblastosis fetalis.
Kadar Zat Besi dan Hemoglobin
Saat hamil, Anda membutuhkan lebih banyak zat besi (Fe) untuk membantu pembentukan sel darah merah dan penulangan bayi. Karenanya, pemeriksaan darah berguna untuk mengetahui tinggi-rendahnya kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah Anda. Jika kadar Hb rendah, maka Anda dapat terserang anemia yang membuat tubuh lemas dan kepala terasa pusing.
TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes)
Para dokter selalu menyarankan calon ibu untuk melakukan pemeriksaan TORCH di awal kehamilan agar dapat segera melakukan tindakan jika terjadi infeksi. Sebab, virus penyebab infeksi ini cukup berbahaya bagi kehamilan. Kemungkinan Anda terkena infeksi berkaitan dengan gaya hidup sebelum dan selama hamil, misalnya, sering mengonsumsi sayuran mentah atau steak tidak matang, memelihara kucing atau anjing yang tidak terjaga kebersihan tubuhnya, serta sempat memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi TORCH. (Dina/doc.M&B)



 

 


OTHER ARTICLES

Efek Vakum pada Ibu Melahirkan

5 Mitos dan Fakta Mengenai Kecerdasan Newborn

15 Cara untuk Mencegah Speech Delay pada Anak

Tips Menyimpan Buah agar Matang Maksimal

Hati-Hati! Balita Juga bisa Alami Bulimia lho, Moms