Mother&Baby Indonesia
Mimisan pada Anak

Mimisan pada Anak

Apakah Si Kecil pernah mengalami mimisan? Ketahuilah penyebabnya agar Anda bisa memberikan penanganan terbaik. Berikut 6 penyebab utamanya:

 

1. Terjadinya benturan pada hidung yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti terjatuh atau terkena benda keras.



 

2. Kemasukan benda asing, seperti biji-bijian atau benda kecil lainnya yang kemudian menyebabkan infeksi. Kondisi ini biasanya dikenali dengan bau kurang sedap dari lubang hidung Si Kecil.

 

3. Mengorek hidung secara berlebihan saat hidungnya gatal atau ada kerak mengering di dalamnya.

 

4. Perubahan suhu  yang terlalu cepat. Misalnya, Si Kecil baru saja main di bawah terik matahari dan langsung masuk ke kamar ber-AC atau terjadi perubahan tekanan udara.

 

5. Terjadi infeksi, terutama yang diikuti demam tinggi secara tiba-tiba, seperti demam berdarah.

 



6. Penyakit  kelainan darah, seperti hemofilia atau leukemia.

 

Apa yang harus dilakukan?
Berbagai penelitian menunjukkan, 90 persen kasus mimisan yang terjadi pada anak tergolong ringan dan dapat diatasi sendiri di rumah. Caranya:

 

Saat mimisan terjadi, minta Si Kecil duduk bersandar dengan kepala sedikit menunduk ke depan agar darahnya tidak mengalir ke belakang dan dapat menyebabkan batuk atau rasa mual, hingga muntah.

 

Jika keadaannya terlalu lemah, baringkan tubuhnya dan letakkan bantal di punggung untuk menyangganya. Jepit kedua cuping hidungnya selama 5 menit, lalu minta ia bernapas melalui mulut.

 

Mimisan juga dapat dihentikan dengan mengompres dingin batang hidung. Jika 10 menit kemudian mimisan tidak juga berhenti, sumbat hidungnya dengan kain kasa atau sapu tangan bersih, lalu segera bawa Si Kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. (Dina/dok.M&B)



Tags: mimisan,   darah,   penyebab mimisan










Cover April 2020