Mother&Baby Indonesia
Berdamai dengan Rumah Berantakan

Berdamai dengan Rumah Berantakan

Bayi yang baru saja pandai merangkak sangat tertarik untuk menggunakan dan menunjukkan kemampuannya kapan dan di mana saja. Si Kecil tak akan mau mengerti, bahwa taplak meja dengan kain warna-warni yang ia tarik, baru saja Anda selesai bereskan. Baginya, bisa menghampiri kain tersebut dan berhasil meraihnya, sama menyenangkan seperti ketika Anda melihat barang incaran Anda sedang sale di toko. Demi perkembangan Si Kecil, ada baiknya Anda mulai ‘berdamai’ dengan ‘rumah berantakan’.  Berikut beberapa langkah ‘perdamaian’ yang bisa Anda lakukan :

Bayi Dilarang Masuk
Anda boleh-boleh saja membagi ruangan di rumah menjadi 2 kategori, yang boleh dibuat seperti ‘kapal pecah’ oleh Si Kecil dan yang tidak boleh berantakan. Gunakan pintu atau pagar pengaman bayi untuk membatasi area itu. Meski terdengar sedikit egois, tapi Anda juga perlu ruangan yang rapi dan teratur untuk menenangkan diri serta bersantai.

Pindah dan Jauhkan
Jika tidak ingin buku-buku kesayangan dirusak oleh Si Kecil, pindahkan buku Anda ke rak buku yang lebih tinggi. Sebagai gantinya, isi rak-rak paling bawah dengan buku-buku Si Kecil. Kunci semua lemari dan laci yang mudah terbuka, terutama jika isinya barang-barang yang mudah pecah, berharga, atau berbahaya. Supaya Si Kecil tidak merasa ‘frustasi’ karena tidak ada laci yang bisa dibuka dan isinya bisa ia acak-acak, Anda bisa menyisakan satu laci atau meja khusus untuk dibuka -tutup olehnya, kemudian isi laci tersebut dengan mainannya.



Tahan Diri
Jangan terus-menerus mengekor Si Kecil, ketika ia sedang menjalankan ‘aksinya’ kemudian menyingkirkan semua benda yang akan ia pegang. Si Kecil bisa kesal karena ia berpikir usahanya sia-sia dan semua yang ia lakukan dianggap tidak baik oleh Anda. Sebaliknya, Anda juga akan kesal jika Si Kecil kembali merusak apa yang baru saja Anda perbaiki. Meski sulit, cobalah untuk menahan diri Anda. Anda bisa membereskan semua kekacauan itu di pagi hari saat ia masih tidur dan di sore hari atau setelah ia tertidur di malam hari.

Ajari Kerapian
Anda bisa mengajari Si Kecil untuk merapikan kembali perabotan rumah yang selesai ia mainkan, misalnya dengan memungut beberapa benda bersamanya sambil berkata, “Bantu ibu meletakkan kembali ke tempatnya, yuk!” Berikan salah satu mainan di tangannya untuk diletakkan kembali ke dalam lemari mainan atau sebuah kertas lusuh untuk dimasukkan ke keranjang sampah, dan pujilah setiap usahanya.



Mess in Peace
Jangan terus-menerus mengeluarkan kritik kepada Si Kecil seperti, “Aduh nakal sekali sih kamu. Pakaian itu kan baru saja Mama bereskan.” Hal ini hanya akan membuat ia merasa bahwa memuaskan rasa ingin tahunya adalah hal yang buruk. Biarkan ia membuat rumah berantakan dengan damai, toh ia tidak akan selamanya menjadi batita yang senang merangkak dan penuh rasa ingin tahu.

Jangan Menyerah!
Jangan pernah berpikir selama Si Kecil sedang belajar merangkak, maka besok, lusa, atau minggu depan, rumah Anda akan terus berantakan sehingga Anda memutuskan untuk tidak mempedulikannya lagi. Kondisi rumah yang dibiarkan terus-menerus berantakan tidak baik buat mood Anda dan Si Kecil. Meskipun bayi diperbolehkan membuat berantakan, tetapi tidak sehat baginya bila ia selalu dikelilingi oleh ketidakteraturan. Selain itu, pasti tidak akan menyenangkan bagi Si Kecil membuat berantakan rumah yang sudah berantakan. (Karina/Dok. M&B)



Tags: rumah berantakan,   polah balita,   stres










Cover Mei-Juni-Juli 2020