Mother&Baby Indonesia
Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi

Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi

Beberapa hari pertama kelahiran, organ hati pada bayi belum mampu mengatur peningkatan bilirubin dengan baik. Akibatnya, kandungan bilirubin dalam darah sering membuat kulit bayi terlihat kekuningan, dan menjadi awal gejala penyakit kuning.

Salah satu cara efektif untuk mengurangi jumlah bilirubin, adalah dengan memberikan ASI kepada Si Kecil. Mengapa ASI? Karena ASI mengandung banyak nutrisi penting untuk perkembangan organ fungsional bayi. Seperti yang dilansir www.babycare.com sebaiknya bayi diberikan ASIi setiap dua jam sekali. Frekuensi ini dapat membantu bayi mengatasi bilirubin yang berlebihan, dan dibuang melalui feses, sehingga gejala penyakit kuning bisa berkurang.

Selain ASI, berjemur juga dapat mengobati penyakit kuning pada newborn. Lepaskan pakaian bayi Anda dan biarkan cahaya matahari pagi menyinari tubuhnya sekitar 10 menit. Waktu yang terbaik untuk bayi Anda berjemur di pagi hari sekitar pukul 07.00-08.00 pagi. Hindari kontak mata Si Kecil dari paparan sinar matahari. Biasanya dokter akan melakukan fototerapi untuk memantau bilirubin newborn. Bayi Anda akan dipantau dengan 'lampu khusus' di rumah sakit, selama 24 jam atau 2 hari. Paparan lampu khusus ini juga merupakan cara mengurangi kadar bilirubin. Beberapa kasus tertentu, penggunaan susu formula untuk newborn kadang digunakan untuk pengganti ASI sementara waktu kurang dari 48 jam. Setelah tingkat bilirubin kembali normal, bayi pun akan mendapatkan asupan ASI kembali. (Aulia/motherandbabypicturelibrary)







Tags: penyakit kuning,   bayi,   mengatasi penyakit kuning










Cover April 2020