Mother&Baby Indonesia
Mengatasi Persaingan Antarsaudara

Mengatasi Persaingan Antarsaudara

Persaingan Antarsaudara

Harus Adil

“Perilaku saling berebut, mengejek, dan mengadukan satu sama lain mungkin tidak aneh lagi bagi orangtua yang memiliki anak balita lebih dari satu. Sebab, sifat anak balita memang masih sangat self centered sehingga susah untuk berbagi dan akibatnya rasa bersaing pun muncul di antara mereka. Untuk menghadapinya, perilaku adil orangtua benar-benar harus ditegakkan. Ajari anak untuk memahami nilai benar dan salah atas perbuatannya, terlepas ia berusia lebih muda atau lebih tua. Jangan meminta salah satu anak terus mengalah hanya karena ia lebih tua atau karena kasihan dengan anak yang lain. Hal ini akan membuat anak merasa memiliki hak yang sama atas apa pun yang mereka perbuat sehingga rasa bersaing itu pun akan berkurang dengan sendirinya.”

Susanti, 29, ibu dari Arga Pratista, 4, dan Ivander Nathanael, 2


Ajak Terlibat

“Persaingan antarsaudara kadang-kadang memang sulit dihindari, terutama untuk mencari perhatian orangtuanya. Tetapi, saya memiliki trik sendiri untuk membuat anak kembar saya tidak cemburu jika saya lebih memerhatikan adik bungsunya. Saya selalu melibatkan Si Kembar untuk membantu saya mengurus adiknya, dari mulai ikut menyiapkan air mandi, memilihkan baju yang akan digunakan adiknya, mengajak bermain, sampai membantu adiknya belajar berjalan dan bicara. Meski kadang-kadang apa yang dilakukan Si Sulung malah membuat segala sesuatunya terasa lebih merepotkan, tetapi hal itu mampu menumbuhkan sifat saling menyayangi dan membuang rasa bersaing di antara mereka.”

Silvi Yeni, 36, ibu dari M. Rakha Rasyadi, M. Radhi Rasyidi, 7, dan Shofiyah Meita Putri, 1


Diarahkan Positif

“Kata persaingan antarsaudara seringkali dihubungkan pada sesuatu yang negatif karena dianggap dapat memicu pertengkaran dan menimbulkan kebencian di antara mereka. Padahal, sebenarnya persaingan tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang positif jika diarahkan dengan benar. Seperti kita tahu, bersaing untuk membuktikan diri menjadi yang paling baik merupakan sifat alami manusia, termasuk kakak dan adik. Oleh karena itu, sebagai orangtua kita harus bisa menyikapi persaingan ini dengan baik. Jelaskan pada mereka bahwa bersaing itu boleh saja asalkan dilakukan secara sehat, yaitu tanpa kecurangan atau usaha saling menjatuhkan. Tekankan juga pada mereka untuk tetap saling menghargai yang lainnya dan jika yang satu menjadi pemenang, maka yang kalah harus bisa menerimanya dengan lapang dada.”


Sovie Yanti, 31, ibu dari Caitlyn Eve Sutanto, 2 tahuh 9 bulan, dan Cailey Angeline, 1 tahun 8 bulan


Beri Pengertian

“Memang agak sulit mengatasi persaingan antara anak yang satu dengan yang lain, apalagi kalau usia mereka berdekatan. Contohnya, ketika Si Sulung sakit dan saya lebih fokus memerhatikannya, adiknya tiba-tiba merengek ke saya dan bilang kalau saya tidak sayang padanya atau ketika saya memuji adiknya karena mendapat nilai bagus di sekolah, kakaknya bilang saya tidak sayang padanya karena ia tidak pintar. Akhirnya, setiap masalah itu terjadi, saya selalu berusaha memberi pengertian bahwa mereka berdua adalah kebanggaan saya apa pun keadaannya. Saya menyayangi mereka tanpa ada perbedaan sedikit pun dan apabila saya memuji salah satunya karena misalnya mendapat nilai bagus, itu memang patut karena ia sudah berusaha dengan baik. Dengan begitu, mereka pun mengerti dan malah termotivasi untuk selalu melakukan yang terbaik.”

Meriska, 29, ibu dari Vandrico, 5, dan Vallycia, 4


“Dua anak saya sering sekali bertengkar, seperti selalu ada persaingan di antara mereka, mulai dari soal mainan sampai mencari perhatian saya dan suami. Bagaimanakah cara untuk mengatasi rasa bersaing itu?”

Riri, 30, ibu dari Gavin, 5 tahun dan Gerald, 3 tahun







Tags: sibling rivalry,   persaingan antarsaudara,   tips,   toddler,   balita








Cover September 2019

Related Article