Mother&Baby Indonesia
Polusi Tingkatkan Kelahiran Prematur

Polusi Tingkatkan Kelahiran Prematur

Seiring meningkatnya aktivitas industri di dunia, bahaya polusi udara pun mengancam kesehatan warga. Penyakit seperti alergi, asma, hingga kanker pun berdatangan akibat menghirup udara kotor. Polusi tidak hanya menimbulkan penyakit berbahaya, tetapi juga bisa menyebabkan bumil melahirkan prematur.


Sebuah studi di California meneliti 100 ribu kelahiran sejak 2004 dari ibu yang hidupnya terkena paparan polusi udara. Setelah dihitung dan diteliti, dari 100 ribu bayi selamat, terdapat 30 ribu bayi lahir prematur dan memiliki berat lahir rendah. Para peneliti juga mengukur kadar zat polutan yang terdapat dalam tubuh Sang Ibu, penyebab kelahiran prematur. Zat-zat yang diteliti antara lain hidrokarbon polisiklik aromatik (PAH), benzena, dan amonium nitrat, yang juga merupakan residu dari bahan bakar seperti bensin, diesel, dan bahan dasar pestisida yang biasanya terhirup warga.






Selain itu, para peneliti juga mengungkapkan bahwa di daerah pegunungan ternyata lebih rentan polusi dibandingkan daerah pesisir pantai. Berdasarkan hasil tersebut, Sang Ketua Penelitian, Dr. Beate Ritz, menyesalkan efek buruk yang terjadi akibat perkembangan teknologi terhadap kesehatan ibu dan bayi. Tentu saja, mengurangi polusi itu menjadi sulit, jika tak ada kesadaran dari masyarakat dan pemerintah. (Gita/DMO/Dok. M&B)



Tags: prematur,   persalinan,   polusi udara,   polusi tingkatkan kelahiran prematur