Home - Keluarga - Keuangan Keluarga / 6 Desember 2013 / Redaksi

Waspadai Peretas Kartu Kredit

Menurut penelitian Javelin Strategy and Research, setiap 3 detik ada 1 identitas pemilik kartu kredit yang dicuri, akibatnya si tahun 2012, ada 21 juta dollar yang dibobol dari 12,6 juta korban. Agar tidak menjadi korban, hindari melakukan hal-hal ini.


1. Membuat sandi yang mudah ditebak.
Anda mungkin lebih suka memakai sandi yang mudah diingat. Tetapi sandi mudah pun akan mudah ditebak oleh peretas. Pilih sandi berupa kombinasi angka, huruf besar dan kecil, dan simbol.


2. Memakai sandi yang sama.
Jangan menggunakan sandi yang sama untuk semua akun Anda. Jika salah satu akun Anda diretas maka peretas bisa membobol semua akun Anda yang berkode sandi sama. Setidaknya bedakan kode sandi untuk media sosial dan akun keuangan Anda.




3. Ceroboh memakai wi-fi.
Menggunakan wi-fi gratis memang menjadi favorit banyak orang. Namun berhati-hatilah memilih jaringan wi-fi. Jangan gunakan wi-fi yang tidak dikenal karena mempermudah peretas untuk melihat apapun yang Anda lakukan.




4. Menggunakan terlalu banyak kartu kredit.
Menggunakan terlalu banyak kartu kredit untuk belanja online ternyata juga berbahaya. Semakin banyak kartu kredit yang Anda pakai, semakin banyak kesempatan yang Anda berikan pada peretas untuk membobol akun Anda. Sebaiknya gunakan jasa pembayaran seperti Paypal dan gunakan hanya satu kartu kredit dengan limit rendah yang terkoneksi dengan akun Paypal Anda.


5. Berisik di Sosial Media
Terakhir, hati-hati memberikan. informasi diri di Sosial Media, Anda tidak pernah tahu sampai sejauh apa informasi itu bisa tersebar, Moms. Jadi hati-hati! (Siksta/SR/Dok.Freedigitalphotos)

 

 


RELATED ARTICLE

Strategi Keuangan Keluarga Muda

Manfaat Mengatur Keuangan Sejak Dini

Tip Menghemat Pengeluaran untuk Si Kecil

OTHER ARTICLES

Waspada! Ini Bahaya Memakaikan Perhiasan pada Bayi

Ingin Mendonorkan Darah? Ini yang perlu Anda Perhatikan

Tren Fashion Terkini untuk Si Kecil

Bagaimana Meyakinkan Orang Tua dengan Pola Asuh Kini?

Ibu Hamil Donor Darah? Ini Risikonya!