Mother&Baby Indonesia
MPASI Kaya Zat Besi (2)

MPASI Kaya Zat Besi (2)

Agar kebutuhan zat besi Si Kecil terpenuhi dengan baik, Anda tentu wajib mengetahui jenis-jenis bahan pangan yang tepat untuk menjadi makanan pendamping ASI (MPASI)-nya. Ada 2 varian zat besi. Pertama, zat besi yang terikat pada protein atau disebut zat besi heme yang berasal dari hewan. Kedua, zat besi dari sumber nabati yang tidak terikat pada protein atau disebut zat besi non-heme. Zat besi heme lebih mudah terabsorpsi di dalam tubuh bila dibandingkan dengan zat besi non-heme. Jenis pangan apa saja yang bisa Anda tambahkan dalam asupan MPASI Si Kecil? Berikut, daftar makanan yang kaya zat besi heme dan zat besi non-heme:

 

Zat Besi Heme
-  Tiram: 7,8 mg dalam 3 ons
-  Hati ayam: 8 mg dalam 3 ons
-  Hati sapi: 5,8 mg dalam 3 ons
-  Ikan sarden: 2,4 mg dalam 3 ons
-  Daging sapi: 2 mg dalam 3 ons
-  Telur: 1,2 mg dalam 2 butir ukuran besar



 

Zat Besi Non-Heme
Labu: 8,6 mg dalam 1/4 cangkir
Tahu: 8 mg dalam 3/4 cangkir
Kacang almond: 1,4 mg dalam 1/4 cangkir
Kismis: 1,4 mg dalam 1/2 cangkir
Buah persik: 1,6 mg dalam 1/2 cangkir
Kacang mete: 1,7 mg dalam 1/4 cangkir
Kenari: 0,9 mg dalam 1/4 cangkir
Kedelai: 3,4 mg dalam 3/4 cangkir
Kentang: 1,4 mg dalam 100 gr
Bayam: 4 mg dalam 1 cangkir



 

Seperti dilansir www.health.qld.gov.au, tubuh tidak dapat menyerap zat besi dengan baik. Oleh karena itu, Si Kecil perlu zat gizi lain yang berasal dari buah dan sayuran segar bervitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Selain itu, hindari pemberian bahan pangan terlalu tinggi kalsium saat Si Kecil mengasup makanan tinggi zat besi. Hal tersebut dinilai mampu memperlambat penyerapan zat besi pada tubuh Si Kecil. Hindari pula konsumsi teh dalam jumlah besar saat masa tumbuh-kembangnya. (Gita/DMO/Dok. M&B)



Tags: mpasi kaya zat besi,   zat besi,   nutrisi,   anemia,   mpasi