Mother&Baby Indonesia
GERD Picu Kanker Kerongkongan

GERD Picu Kanker Kerongkongan

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit umum yang dialami banyak orang. Pilihan gaya hidup yang lebih sehat merupakan cara terbaik menangani penyakit ini. Namun, dalam kasus yang sudah lebih parah, penderita GERD tentu memerlukan obat khusus, bahkan operasi untuk mengurangi gejala.

 

Beberapa gejala GERD, seperti rasa terbakar di dada, kesulitan menelan atau disfagia, batuk kering, suara serak atau sakit tenggorokan, sensasi mengganjal di tenggorokan, serta gangguan lambung lainnya tentu akan sangat mengganggu keseharian Si Penderita. Bila tidak ditangani dengan baik, asam lambung yang naik dapat melukai lapisan kerongkongan dan menyebabkan peradangan. Bila ini dibiarkan, peradangan akan mengikis kerongkongan dan menyebabkan beberapa komplikasi, seperti perdarahan atau gangguan pernapasan.



 

Dilansir dari Mayo Clinic, peradangan kronis akibat GERD di kerongkongan juga dapat menyebabkan penyempitan pada kerongkongan. Kerusakan sel-sel di esofagus bagian bawah akibat paparan dari asam akan menyebabkan pembentukan jaringan parut. Jaringan parut tersebut bisa mempersempit jalur makanan, sehingga menyebabkan kesulitan menelan. Kondisi ini juga dapat   meningkatan risiko kanker kerongkongan. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan endoskopi secara rutin untuk mendeteksi dini adanya kanker kerongkongan.



 

Bumil dan wanita yang memiliki berat badan berlebih diketahui memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami gejala GERD. Selain itu, merokok, asma, diabetes, terlambat makan, dan stres juga disebut dapat memicu terjadinya gejala ini. (Aulia/DMO/Foto: Dok. M&B)



Tags: gerd picu kanker kerongkongan,   gastroesophageal reflux disease










Cover April 2020