Mother&Baby Indonesia
Rajin Cuci Tangan, KIta Bebas Kuman! (2)

Rajin Cuci Tangan, KIta Bebas Kuman! (2)

Infeksi terkait pelayanan kesehatan atau infeksi nosokomial memang bisa terjadi melalui berbagai cara. Menurut dr. Anis Kurniawati, Sp.MK dari FKUI-RSCM, penularan yang terjadi di rumah sakit ini banyak menular melalui berbagai interaksi secara langsung maupun tidak langsung. “Penularan bisa terjadi dari dirinya ke diri sendiri, dari diri sendiri berpindah ke orang lain, atau dari orang lain ke diri orang tersebut,” ungkap dr. Anis.

 

Penyebaran infeksi nosokomial diklaim seperti 'rantai setan'.  Bakteri bisa menempel dan berpindah ke media lain lewat perantara manusia, termasuk organ tangan. Mengingat tangan merupakan organ tubuh yang paling sering kontak dengan objek sekitar, maka diperlukan kepedulian dengan rajin mencuci tangan.



 

“Rajin mencuci tangan bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Siapa pun, bukan hanya tim medis, tetapi seluruh masyarakat sangat perlu menjaga kebersihan, terutama kebersihan tangan,” ungkap dr. Anis.

 



Menurutnya, mencuci tangan sebaiknya dilakukan selama 40-60 detik dengan air yang mengalir, dan diutamakan memakai sabun. Cucilah kedua tangan sebelum dan sesudah makan, setelah berinteraksi dengan lingkungan luar, setelah memegang kotoran, setelah memegang cairan dari dalam tubuh, dan kegiatan lain. Mencuci tangan dengan benar memang dapat membunuh kuman, meski tidak 100 persen.

 

Infeksi nosokomial ini umumnya akan bereaksi 48 jam atau 2 hari setelah Anda datang ke rumah sakit. Dampak nosokomial ini tidak hanya membawa infeksi semata, tetapi juga kecacatan hingga kematian. (Aulia/DMO/Dok. Freedigitalphotos)



Tags: rajin cuci tangan,   bebas kuman! rajin cuci tangan mengurangi penyebaran penyakit










Cover Mei-Juni-Juli 2020