Mother&Baby Indonesia
Kehamilan Tak Terencana Menghambat Potensi Anak

Kehamilan Tak Terencana Menghambat Potensi Anak

Sekelompok peneliti di Inggris mencari tahu bagaimana faktor perencanaan kehamilan, waktu pembuahan, dan penanganan infertilitas berpengaruh terhadap perkembangan kognisi anak pada usia 3 dan 5 tahun. Hasilnya mengungkapkan anak-anak yang lahir dari kehamilan tak direncanakan cenderung memiliki keterbatasan kosa kata dan lebih rendah kemampuan non verbal dan spasialnya. Hal tersebut diungkapkan para peneliti Inggris yang tertulis dalam British Medical Journal.


Para peneliti melaporkan adanya skor kognitif (mental) yang lebih rendah pada anak-anak itu dibanding anak yang lahir atas kehamilan terencana. Tercatat, sebanyak 30-40 persen kehamilan di Inggris merupakan kelahiran yang tak direncanakan.

Hasil penelitian berdasarkan analisa data sekitar 12.000 anak-anak dari Millennium Cohort Study, yang lahir pada kurun waktu 2000 -2002. Orangtua yang berpartisipasi pun diwawancara ketika anak mereka berumur sembilan bulan dan dikunjungi kembali ketika anak mereka berusia 3 dan 5 tahun.




Kemudian para ibu diberikan pertanyaan seputar perencanaan kehamilan, mood selama hamil, waktu pembuahan, dan penanganan infertilitas. Para anak juga mendapatkan tes kemampuan verbal, non verbal, dan spasial.



Analisa awal menunjukkan bahwa anak yang dilahirkan melalui proses kehamilan yang tak direncanakan memiliki kemampuan verbal 4-5 bulan lebih lambat. Sementara anak-anak yang direncanakan kelahirannya memiliki kemampuan 3-4 bulan lebih maju.


Namun, para peneliti juga menemukan bahwa faktor sosial dan ekonomi menjadi bukti yang kuat atas kemampuan anak-anak tersebut. Para peneliti kemudian menyarankan kebijakan yang dapat mengatasi kesenjangan sosial, untuk meningkatkan potensi anak-anak dengan tingkat sosial ekonomi yang rendah. (gita/SR/Dok.Freedigitalphotos)



Tags: kehamilan,   perencanaan kehamilan,   penelitian










Cover Mei-Juni-Juli 2020