Mother & Baby


Informasi

  • Jumlah Anggota : 10636
  • Anggota terakhir : tonny_k

Newsletter

 
 

MUMS

KNOW BEST

Perjalanan Nyaman Tanpa Desak-desakan
Sejak diluncurkan pada tanggal 19 Agustus yang lalu, operasional gerbong khusus wanita di KRL AC komuter Jabodetabek terlihat cukup efektif. Hal ini terbukti dari kondisi dalam gerbong yang cukup leng
more
 

Daftar
Nama Bayi

more
Fahrudin
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Arab
Kemuliaan Agama
Jomei
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Jepang
Menyebarkan cahaya
Xiang
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal China
Wangi
Kenny
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Skotlandia, Irlandia
Si tampan
David
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Hebrew
Teman yang dicintai
 
 

Anak Laki Obesitas Perlambat Masa Pubertas

 
11-02-2010
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bagian Endokrinologi Universitas Michigan, kondisi badan yang terlalu gemuk saat usia anak-anak, akan memperlambat masa pubertas pada saatnya nanti. Dan ternyata, perbedaan yang mencolok juga ditemui antara masa pubertas laki-laki dan perempuan, karena anak-laki-laki memiliki kecenderungan untuk mengalami keterlambatan pubertas lebih tinggi dari anak perempuan. "Studi kami menunjukkan bahwa terdapat perbedaan waktu pubertas antara anak laki-laki yang obesitas dengan anak perempuan dengan kondisi yang sama, dan anak- laki-laki yang menderita obesitas lebih lambat mengalami pubertas dari pada anak perempuan," jelas dr. Joyce M. Lee, salah satu peneliti yang juga seorang spesialis Endokrinolog Anak.

Dr. Joyce dan rekan-rekannya menganalisa data kependudukan si Amerika Serikat, terhadap 401 anak alaki-laki dari berbagai latar belakang lapisan ekonomi di 10 negara bagian yang lahir pada tahun 1991. Tim peneliti lalu mengamati perkembangan berat dan tinggi badan mereka dari mulai usia 2 hingga 12 tahun. Sebab, menurut Institut Kesehatan Anak Nasional dan Studi Pengembangan Manusia bagi Perawatan Anak-anak dan Pengembangan para Remaja, usia 2 hingg 12 merupakan usia yang sangat krusial bagi fluktuasi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, baik pada berat dan tinggi badannya.

Hasil yang diperoleh adalah 7% anak yang mengalami keterlambatan masa pubertas terjadi pada anak yang memiliki indeks masa tubuh kecil. Sementara 14% anak yang mengalami telat pubertas yakni pada anak yang memiliki indeks masa tubuh normal. Sedangkan sekitar 79% yang mengalami keterlambatan pubertas ditemui pada anak dengan indeks masa tubuh yang sangat besar.

Kasus obesitas di negara-negara maju, seperti di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa mengalami peningkatan 2 kali lipat pada 2 dekade belakangan ini. Hal tersebut menggambarkan bahwa kondisi kelebihan masa tubuh akan sangat menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.
Isi Komentar Anda Anda harus login untuk memberikan komentar.
Lihat Semua komentar | Jumlah Komentar (0)