|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| Fahrudin |
| Jenis Kelamin |
Laki-laki |
| Asal |
Arab |
| Kemuliaan Agama |
| Jomei |
| Jenis Kelamin |
Perempuan |
| Asal |
Jepang |
| Menyebarkan cahaya |
| Xiang |
| Jenis Kelamin |
Laki-laki |
| Asal |
China |
| Wangi |
| Kenny |
| Jenis Kelamin |
Laki-laki |
| Asal |
Skotlandia, Irlandia |
| Si tampan |
| David |
| Jenis Kelamin |
Laki-laki |
| Asal |
Hebrew |
| Teman yang dicintai |
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
| |
|
Anak Laki Obesitas Perlambat Masa Pubertas
|
|
11-02-2010
|
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bagian Endokrinologi Universitas Michigan, kondisi badan yang terlalu gemuk saat usia anak-anak, akan memperlambat masa pubertas pada saatnya nanti. Dan ternyata, perbedaan yang mencolok juga ditemui antara masa pubertas laki-laki dan perempuan, karena anak-laki-laki memiliki kecenderungan untuk mengalami keterlambatan pubertas lebih tinggi dari anak perempuan. "Studi kami menunjukkan bahwa terdapat perbedaan waktu pubertas antara anak laki-laki yang obesitas dengan anak perempuan dengan kondisi yang sama, dan anak- laki-laki yang menderita obesitas lebih lambat mengalami pubertas dari pada anak perempuan," jelas dr. Joyce M. Lee, salah satu peneliti yang juga seorang spesialis Endokrinolog Anak.
Dr. Joyce dan rekan-rekannya menganalisa data kependudukan si Amerika Serikat, terhadap 401 anak alaki-laki dari berbagai latar belakang lapisan ekonomi di 10 negara bagian yang lahir pada tahun 1991. Tim peneliti lalu mengamati perkembangan berat dan tinggi badan mereka dari mulai usia 2 hingga 12 tahun. Sebab, menurut Institut Kesehatan Anak Nasional dan Studi Pengembangan Manusia bagi Perawatan Anak-anak dan Pengembangan para Remaja, usia 2 hingg 12 merupakan usia yang sangat krusial bagi fluktuasi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, baik pada berat dan tinggi badannya.
Hasil yang diperoleh adalah 7% anak yang mengalami keterlambatan masa pubertas terjadi pada anak yang memiliki indeks masa tubuh kecil. Sementara 14% anak yang mengalami telat pubertas yakni pada anak yang memiliki indeks masa tubuh normal. Sedangkan sekitar 79% yang mengalami keterlambatan pubertas ditemui pada anak dengan indeks masa tubuh yang sangat besar.
Kasus obesitas di negara-negara maju, seperti di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa mengalami peningkatan 2 kali lipat pada 2 dekade belakangan ini. Hal tersebut menggambarkan bahwa kondisi kelebihan masa tubuh akan sangat menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|