Mother & Baby


Informasi

  • Jumlah Anggota : 10635
  • Anggota terakhir : septicute

Newsletter

 
 

MUMS

KNOW BEST

Perjalanan Nyaman Tanpa Desak-desakan
Sejak diluncurkan pada tanggal 19 Agustus yang lalu, operasional gerbong khusus wanita di KRL AC komuter Jabodetabek terlihat cukup efektif. Hal ini terbukti dari kondisi dalam gerbong yang cukup leng
more
 

Daftar
Nama Bayi

more
Chie
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Jepang
Kebijaksanaan
Umay
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Turki
Penuh harapan
Ghazalah
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Arab
Waktu matahari terbit
Warner
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Jerman
Pelindung bersenjata
Utina
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Amerika
Putri Bangsaku
 
 

"Saya ikut kata ibu saja, deh!"

 
07-06-2010

Kebingungan, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan seorang ibu hamil dalam menyaring berbagai informasi tentang kehamilan, baik dari internet, dokter, teman-teman kerja, maupun orang tua. Dan yang lebih membuat pusing adalah jika informasi itu berbeda-beda pendapatnya antara satu dengan yang lain. Namun, kebanyakan ibu hamil lebih cenderung memilih dan memercayai informasi berupa nasihat ataupun tips dari sang ibu, meskipun ada beberapa yang diperkirakan hanya sebagai mitos belaka dan tidak sesuai dengan petunjuk dokter secara medis. Kecenderungan semacam itu ditemukan dari generasi ke generasi. Setidaknya, tim peneliti dari University of London telah mengamatinya pada sejumlah wanita yang melahirkan di 3 era yang berbeda.

Para peneliti mewawancarai 7 wanita yang melahirkan di tahun 1970-an dan 12 anaknya yang melahirkan pada era 2000-an. Wawancara juga dilakukan terhadap 24 wanita dari era 1980-an. Materi wawancara terkait kehamilan dan sumber informasi sebelum melahirkan. Kebanyakan wanita yang melahirkan di era 70-an memperoleh informasi dari anggota keluarga lain. Sedangkan yang melahirkan antara tahun 2000-2010, lebih cenderung membandingkan banyak sumber. Selain dari keluarga juga dari internet, bidan, maupun dokter kandungan. Meski bervariasi, tetap ada 1 sumber yang jadi panutan. Misalnya ketika ada 2 sumber informasi yang berbeda, ada kecenderungan pada wanita-wanita tersebut untuk lebih mempercayai informasi dari keluarga sendiri terutama ibu.

Prof. Paula Nicolson yang memimpin penelitian tersebut menambahkan, kecenderungan untuk lebih mendengarkan keluarga justru meningkat ketika berada dalam kondisi sakit. Apapun yang dikatakan ibu atau neneknya menjadi lebih dipercaya. "Sebenarnya mereka tak peduli penting atau tidaknya informasi tersebut, kadang-kadang ilmu pengetahuan dikesampingkan dalam hal ini," ungkap Prof. Nicolson. Kecenderungan ini disebabkan karena para bumil tersebut lebih merasa gelisah dan sulit untuk menerapkan petunjuk medis terlau rumit. "Keluarga bisa membuat mereka lebih percaya diri, dan lebih dipercaya karena memang terbukti sudah terlihat hasilnya, hal itu yang lebih dibutuhkan dari hanya sekedar nasihat medis," tambah Paula.

Jane Brewin dari sebuah lembaga yang mengurusi bayi prihatin dengan hasil penelitian tersebut. Ia menganjurkan pada para bumil untuk melihat informasi apapun secara berimbang. "Ibu atau keluarga yang lain memang punya pengalaman, dan itu bisa sangat membantu," ujar Jane. Namun Jane kembali menganjurkan kepada para bumil untuk tetap menghubungi tenaga medis ketika terjadi apapun pada kehamilan.

Isi Komentar Anda Anda harus login untuk memberikan komentar.
Lihat Semua komentar | Jumlah Komentar (0)