Mother & Baby


Informasi

  • Jumlah Anggota : 10656
  • Anggota terakhir : mami.nadda

Newsletter

 
 

MUMS

KNOW BEST

Perjalanan Aman, Bumil Pun Jadi Nyaman
Bagi mayoritas orang Indonesia, mudik ke kampung halaman merupakan suatu seremoni tahunan yang boleh dikatakan wajib dilaksanakan setelah setahun penuh mencari nafkah di kota besar seperti Jakarta. Mu
more
 

Daftar
Nama Bayi

more
Eilen
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Yunani
Cahaya
Qixuan
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal China
Bersikap mengesankan
Xandra
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Yunani
Pelindung umat manusia
Watson
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Inggris
Putra Prajurit
Xaquille
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Arab
Tampan
 
 

Anak Keranjingan Televisi Berisiko Rakhitis

 
11-02-2010
Seperti yang kita ketahui bersama sebelumnya, penyakit rakhitis lebih banyak disebabkan oleh kemiskinan dan kekurangan gizi di negara berkembang. Namun, beberapa penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa rakhitis juga bisa disebabkan oleh perilaku menonton televisi atau bermain game di komputer selama berjam-jam. Akibat perilaku tersebut para ahli mengingatkan akan tingginya risiko penyakit tulang itu. Anak-anak yang mengalami rakhitis, kakinya tidak akan tumbuh dengan baik tapi justru mengembang seperti bentuk busur.

Kondisi yang kerap terasa saat ini adalah kegilaan anak-anak akan konsumsi televisi atau game di komputer, yang ternyata cukup rawan terkena penyakit ini. Menurut para peneliti, duduk dalam waktu lebih lama, membuat pergerakan kakinya terbatas, padahal di usia balita dan anak-anak, mereka harus banyak melakukan aktivitas fisik karena tulang-tulangnya sedang tumbuh dan berkembang.

Penyakit rakhitis disebabkan oleh kekurangan vitamin D kronis yang dipicu oleh jarangnya tubuh si kecil terpapar oleh sinar matahari pagi serta pola makan yang tidak teratur. Itulah sebabnya, anak-anak yang lebih sering menonton televisi dan main game, jarang sekali terkena matahari. Sementara, matahari adalah sumber vitamin D terbesar di bumi melalui produksi alami oleh kulit. Vitamin D juga bisa ditemukan di dalam minyak ikan, hati dan kuning telur, namun dengan kadar yang lebih rendah dari paparan sinar matahari.

"Anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dengan bermain dengan komputer dan menonton televisi sehingga melupakan nikmatnya udara segar dan pancaran sinar matahari yang menyehatkan di pagi hari," ujar Prof. Simon Pearce dan dr. Cheetham dari Newcastle University seperti dikutip dari Timesonline. Ini berarti kadar vitamin D yang diterima anak-anak ini lebih buruk dari tahun-tahun sebelumya.

Profesor Simon Pearce dan Dr Cheetham melaporkan bahwa asupan nutrisi tambahan, seperti susu dan produk makanan lain juga harus dipenuhi untuk melengkapi pemenuhan kebutuhan vitamin D agar tidak terjadi masalah. Dr. Cheatham, dosen Pediatrik dan Endokrinologi menuturkan, selain kurang terkena sinar matahri, anak-anak juga sudah jarang mengonsumsi vitamin minyak ikan Kod.
Isi Komentar Anda Anda harus login untuk memberikan komentar.
Lihat Semua komentar | Jumlah Komentar (0)