|
Studi terbaru dari Prof. Stephen Petrill, guru besar dari jurusan Ilmu Perkembangan Manusia dan Keluarga, Universitas Negeri Ohio, mengatakan bahwa lingkungan di sekitar keluarga memainkan peran penting dalam menumbuhkan kemampuan membaca anak-anak. "Pengaruh Gen sudah jelas mempengaruhi proses belajar membaca seorang anak dalam porsi tertentu, namun kemampuan membaca ternyata harus didukung dengan kondisi lingkungan sekitar si anak," ujar Prof. Stephen.
Studi melibatkan 314 anak yang bersekolah di TK atau kelas 1 Sekolah Dasar dan penilaian kemampuan membaca mereka dinilai setiap tahun dalam kurun waktu selama 2 tahun ke depan. Para peneliti membandingkan bagaimana kemampuan anak-anak tersebut melalui tes membaca dan kemudian digunakan analisis statistik untuk menentukan berapa persen pengaruh generikan dan lingkungan dalam mengamati kemajuan membaca anak-anak tersebut. Peneliti juga mengamati bagaimana kebiasaan orang tua terhadap mereka di rumah serta pola didikan di sekolah.
Ternyata, faktor lingkungan, seperti pola pengajaran di sekolah, pola asuhan orang tua di rumah, asupan gizi, dan intensitas waktu membca di rumah, sangat menentukan kemampuan membaca pada anak. Dan para peneliti memperoleh hasil, yakni dalam hal identifikasi huruf dan pembentukan kata, 66% dipengaruhi oleh lingkungan, sementara 33% sisanya dipengaruhi oleh genetika. Untuk penggabungan kosakata dan kesadaran mendengar kata dan kalimat, lingkungan dan genetika sama-sama kuat memegang peranan. Sementara itu, genetika kuat menyumbang pengaruh 75% dalam hal kecepatan membca anak.
Namun, ketika Petrill dan koleganya mengukur pertumbuhan anak-anak dalam hal kemampuan membaca, lingkungan menjadi pengaruh yang jauh lebih penting. Lingkungan hampir sepenuhnya bertanggung jawab atas pertumbuhan kemampuan membaca yang diajarkan, seperti kata-kata dan huruf, dan 80 persen bertanggung jawab untuk pertumbuhan dalam kesadaran suara dalam membaca. "Terlepas dari mana anak-anak mulai, sejauh mana kemampuan membaca, dan dampak bahwa genetika dan lingkungan telah menentukan keterampilan awal mereka, kami menemukan bahwa lingkungan mereka memiliki dampak terhadap seberapa cepat atau lambat mengembangkan kemampuan membaca mereka," kata Petrill dalam rilis beritanya.
|