Mother & Baby


Informasi

  • Jumlah Anggota : 10635
  • Anggota terakhir : septicute

Newsletter

 
 

MUMS

KNOW BEST

Perjalanan Nyaman Tanpa Desak-desakan
Sejak diluncurkan pada tanggal 19 Agustus yang lalu, operasional gerbong khusus wanita di KRL AC komuter Jabodetabek terlihat cukup efektif. Hal ini terbukti dari kondisi dalam gerbong yang cukup leng
more
 

Daftar
Nama Bayi

more
Gloria
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Latin
Kejayaan, kemenangan, kemuliaan, keagungan
Ralph
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Inggris
Penasihat
Lulu
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Arab, Amerika, Hawaii
Mutiara, Kelinci, Tenang, Terlindung
Polo
Jenis Kelamin Laki-laki
Asal Yunani
Pengelana yang Gagah
Kaela
Jenis Kelamin Perempuan
Asal Yahudi, Arab
Kekasih tercinta
 
 

Anak Tinggal dengan Perokok, Berisiko Emfisema

 
19-01-2010

Anak-anak yang sering berinteraksi di sekitar perokok, terutama saat di rumah, akan menghadapi risiko emfisema yang lebih tinggi ketika dewasa kelak, meskipun ia tidak merokok. Menurut penelitian dari seorang asisten profesor epidemiologi di Universitas Columbia, jurusan Kesehatan Masyarakat, Gina Lovasi, hal tersebut disebabkan oleh belum benar-benar pulihnya kondisi paru-paru mereka akibat paparan asap rokok yang dihirupnya selama hidupnya. Peneliti memperoleh kesimpulan setelah melakukan CT scan terhadap 1.781 orang dewasa non-perokok dari 6 komunitas di Amerika Serikat yang menderita Emfisema. Hasil yang diperoleh bahwa sekitar lebih dari setengah dari mereka dibesarkan di rumah dengan sedikitnya satu perokok.

Gina Lovasi menjelaskan emfisema merupakan sejenis radang paru-paru yang disebabkan pembengkakan pada bagian saluran udara (alveolus) sehingga terjadi penyempitan aliran udara dari dan menuju paru-paru, sehingga paru-paru menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya. Gejala yang dirasakan antara lain  batuk kering hingga mengalami sesak nafas. Paparan asap rokok ini tidak sepenuhnya hilang dari paru-paru anak. Ketika, dewasa, paparan asap rokok ini merupakan cikal bakal penyakit emfisema.
   
"Kami dapat mendeteksi perbedaan antara peserta yang tinggal dengan 1 atau lebih banyak perokok saat anak-anak dan mereka yang sama sekali tidak tinggal seorang perokok di rumahnya," jelasnya. Lebih jauh ia mengatakan bahwa beberapa dideteksi sebagai efek berbahaya dari asap tembakau jangka pendek dan dapat bertahan selama beberapa dekade.

Penelitian yang diterbitkan American Journal of Epidemiology ini juga mengatakan paparan asap rokok pada masa kanak-kanak lebih memiliki efek pengaruh kuat ketimbang ibu yang sedang hamil dan terpapar asap rokok.

Isi Komentar Anda Anda harus login untuk memberikan komentar.
Lihat Semua komentar | Jumlah Komentar (1)
Indah
2010-02-12
Iya zaman sekarang susah cari udara segar, banyak polusi terutama dari knalpot kendaraan dan dari perokok.