Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan jenis kasus anemia yang paling sering terjadi pada anak di Indonesia. Pada balita, pravalens ADB sekitar 40-45 % atau paling tinggi dari seluruh kelompok usia.Dan kekurangan besi pada lima tahun pertama kehidupan si kecil dapat mengganggu tumbuh kembang sehingga berdampak negatif pada kualitas hidupnya.
Oleh karena itulah, Dr. Badriul Hegar, Sp.A (K) dalam seminar media bertema Action for Iron Deficiency Anemia beberapa waktu lalu bersama IDAI dan Satgas ADB menganjurkan suplementasi besi untuk anak dengan prioritas usia 0-5 tahun, khususnya usia 0-2 tahun.
Selain itu pula diperlukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) secara berkala sejak usia dua tahun serta ketersediaan preparat besi dan sarana pemeriksaan laboratorium untuk menilai status besi si anak di sarana pelayanan kesehatan.(lenny/m&b/dok.visualphotos)









