Kenapa Masih Ngompol, Ya?

Tanggal Posting : 26-1-2012

Mengompol merupakan salah satu kebiasaan balita yang perlu dilatih orang tua. Tapi bila Si Kecil masih sering mengompol di malam hari saat usianya menginjak lima tahun, Anda harus segera mencari tahu apa penyebabnya.

Dalam istilah kedokteran, hal tersebut dinamakan dengan enuresis atau mengompol secara tidak sadar saat tidur pada usia yang seharusnya sudah dapat mengendalikan keinginan buang air kecil.

Data dari National Library of Medicine and the National Institutes of Health’s MedlinePlus melansir bahwa sekitar 6-7 persen anak usia 5 hingga 7 tahun di dunia menderita enuresis. Untuk mengetahui penyebabnya, berikut info penyebab enuresis yang biasa terjadi pada anak.

  1. Ukuran saluran urin. Beberapa anak memiliki saluran urin yang sedikit, jadi tentu tidak mampu menampung air seni terlalu banyak.

  2. Grogi (canggung) dan stress. Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri yang rendah menurut www.mayoclinic.com lebih mudah takut dan gentar sehingga sering mengeluarkan urin secara refleks.

  3. Masalah hormon. Hormon yang memengaruhi pengeluaran urin adalah anti-diuretic hormone (ADH). Bila kekurangan hormon itu, kemungkinan besar Si Kecil akan kesulitan mengontrol urin yang ada di tubuhnya.

  4. Infeksi saluran kemih. Saluran kemih yang terinfeksi, juga menyebabkan kontrol terhadap buang air kecil menjadi lebih sulit. Biasanya infeksi saluran kemih juga menimbulkan rasa sakit.

  5. Sleep apnea (gangguan tidur). Salah satu indikasi mengompol bisa juga disebabkan oleh sleep apnea obstruktif, dimana napas anak terganggu saat tidur, kadang juga karena peradangan amandel atau kelenjar gondok.

  6. Diabetes. Penelitian Mayo Clinic mengatakan, anak-anak bisa saja mengidap diabetes, dan salah satu pertandanya adalah mengompol terlalu sering.

  7. Konstipasi. Mengompol dapat disebabkan oleh buang air besar yang tidak teratur, karena yang dapat mengurangi kapasitas kandung kemih.

  8. Anatomi tubuh. Beberapa penelitian menemukan adanya sistem neurologis atau saluran kemih yang tidak sempurna atau cacat. Walaupun kasus seperti ini jarang terjadi, tetapi kasus seperti ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran buang air Si Kecil.

  9. Keturunan. Sebanyak 80 persen anak yang memiliki riwayat orang tua yang masih sering mengompol saat balita, akan memiliki riwayat yang sama dengan orang tua mereka.

  10. ADHD (Hiperaktif). Seperti yang dilansir www.mayoclinic.com, seorang anak yang memiliki gangguan attention-deficit (hyperactivity) cenderung mudah 'membasahi' tempat tidur mereka di malam hari dibandingkan anak yang tidak memiliki gejala ADHD. (anggita/m&b/dok.visualphotos)

Share
 
Loading
  • Username
  • Password
  •  
 
 
 
 
 

28,29,30 Maret 2012 Spring Beauty Festival 2012