Rekomendasi - Hiburan & Liburan / 13 September 2017 / Redaksi

911 for Parents and Nanny

911 for Parents and Nanny

Semua orang tua pasti setuju bahwa buah hatinya adalah permata dan pujaan hati yang harus dijaga dan diperhatikan tumbuh kembangnya. Orangtua yang bertanggung jawab pasti memperhatikan aspek-aspek yang diperlukan seorang anak seperti tumbuh kembangnya, kesehatan, pendidikan, kebutuhan finansialnya dan lain-lain. Namun, apakah kita sebagai orangtua sudah memasukkan unsur keselamatan (safety) dalam pola pengasuhan kita? Memang seberapa pentingkah keselamatan itu?

 

Analoginya, jika anda mengabaikan aspek pendidikan dan kesehatan anak, dampaknya akan terasa dalam jangka waktu menengah dan lama. Anak anda akan sakit, tumbuh kembangnya tidak normal, tumbuh tidak cerdas, kurang prestasi dan sebagainya. Semua akan dirasakan dalam hitungan hari atau tahun mendatang. Namun jika anda abaikan keselamatan, misalnya anda menunda mengepel lantai yang ketumpahan minuman, begitu anak anda lewat dan terpeleset maka dampaknya akan langsung terasa dalam hitungan detik. Si Kecil terpeleset, jatuh, dan kepalanya terbentur.

 

Sebenarnya keselamatan atau safety bukanlah hal yang aneh. Dalam budaya Jawa ada istilah ‘Alon-alon asal kelakon’ yang mempunyai makna keselamatan di dalam pesannya dan bicara keselamatan bisa dibilang semua orang juga sudah mengetahuinya. Tapi mengetahui dan melakukan adalah 2 hal yang berbeda. And safety is about doing not just about knowing.

Kecelakaan di rumah lebih banyak terjadi dibanding kecelakaan di tempat kerja dan anak-anak yang kerap menjadi korban. Padahal anak-anak adalah masa depan kita, masa depan bangsa. Jika kita kehilangan anak-anak kita atau anak-anak cidera maka akan menjadi kerugian besar bagi keluarga dan bangsa. Untuk itu, orangtua mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keselamatan mereka.

 

Anak-anak mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk bermain, eksplorasi dan mengetahui tentang banyak hal, dan dalam prosesnya selalu ada bahaya dan risiko. Tugas orang tualah untuk mengetahui bahayanya dan mengurangi risikonya. Itu pula yang ingin disampaikan oleh Safekids Indonesia (SKI) dalam acara workshop "911 For Parents (and Nanny)" yang diselenggaraan oleh Kejora Indonesia pada 9 september 2017 lalu di Mika Daycare, Jakarta Selatan. 

Kejora Indonesia -suatu komunitas yang fokus di bidang edukasi kesehatan anak-memiliki misi yang sama dengan Tim Safekids Indonesia -suatu komunitas yang fokus pada edukasi keselamatan anak-, yaitu ingin mengajak orang tua untuk lebih peduli dengan keselamatan anak. 

 

Acara terdiri dari 2 materi besar yaitu Kesadaran Keselamatan Keluarga dan P3K untuk Anak. Pada sesi pertama, inisiator SKI, Paman Billie, menyampaikan materi tentang perlunya kesadaran keselamatan anak bagi pengasuh (caregiver) yaitu orangtua, kakek-nenek, keluarga, nanny dan siapapun yang berhubungan dengan anak untuk mengenal tentang keselamatan dan juga mengusai beberapa skill seperti Pemadaman Kebakaran, P3K dan driving safety.

 

Paman Billie mengingatkan agar orang tua selalu menyimpan nomor penting di ponselnya (seperti nomor polisi, ambulans, dan pemadam kebakaran). Kemudian di sesi ini, drg. Stella Lesmana, Sp.KGA, wakil dari Kejora, juga memberikan materi mengenai penanganan pada gigi patah dan gigi terlepas jika anak terjatuh. 

Di sesi kedua, coach SKI paramedis Anton memaparkan tentang penanganan pertama pada kecelakaan terutama yang terkait dengan anak sebagai korban. Penanganan korban untuk kecelakaan pendarahan, luka bakar, mimisan, tersedak, dan CPR. Para peserta diajak untuk mempraktekkan langsung materi yang diberikan. Para peserta sungguh antusias dan memperhatikan materi dengan seksama, mereka mencatat hal-hal penting dan turut aktif dalam mengikuti jalannya workshop.

Walaupun pengetahuan sudah didapat dan keahlian sudah dikuasai namun SKI mengharapkan keahlian tersebut tidak dipakai. Kita tetap jaga anak-anak untuk tidak cidera dengan memasukkan keselamatan sebagai bagian dari pengasuhan kita.

 

Acara ini didukung oleh Prodia Lab, Zwitsal, Tumpeng Mini, Pixeltree, Menthilis, Medikalova, Valetic, serta media partner majalah Mother&Baby, The Smart Mamas, Mommy 101, dan Dearmoms. (Tiffany/Dok. Kejora Indonesia)

 

#anak #safety #keselamatan #tips #workshop
loading...
loading...





RELATED ARTICLE

4 Restoran Ramah Anak di Bandung

Menjalin Kehangatan Tanpa Hambatan

5 Wahana Bermain yang Seru untuk Anak di Akhir Pekan!




OTHER ARTICLES

Amankah Mewarnai Rambut saat Hamil?

Bayi Tidak Merangkak? Ini Penjelasan Dokter!

Waktu yang Tepat untuk Bayi Belajar Merangkak

Mengenalkan Uang Kepada Anak

Mother And Baby Fair Jakarta