Bayi - Tumbuh Kembang Bayi / 10 Mei 2017 / Redaksi

Berat Badan Kurang Mengganggu Perkembangan Otak Anak

Berat Badan Kurang Mengganggu Perkembangan Otak Anak

Apakah berat badan Si Kecil sudah memenuhi standar? Waspada ya Moms, karena menurut data Riskesdas 2013 prevalensi berat badan kurang (underweight) masyarakat Indonesia cenderung naik dari 18,4% di tahun 2007 menjadi 19,6% pada 2013.

 

Kondisi tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Kenapa? karena berat badan yang kurang dapat berisiko mengalami masalah tumbuh kembang baik perkembangan otak, pertumbuhan fisik, hingga organ metabolik yang berdampak pada masa depannya.

 

“Anda perlu waspada terhadap masalah berat badan kurang yang dapat terjadi pada Si Kecil. Berat Badan kurang  merupakan salah satu permasalahan pertumbuhan yang mengacu terhadap berat badan dan umur, sehingga Si Kecil dapat terindikasi berat badan kurang jika berat badannya di bawah rata–rata anak seusianya dengan mengacu pada kurva pertumbuhan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” ujar Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), Dokter Spesialis Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial.


Sementara, menurut dr. Yoga Devaera Sp.A(K), Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, pola makan seperti menu yang tidak variatif, frekuensi makan, serta feeding style cenderung menjadi faktor dominan pada masalah berat badan kurang. Sehingga, lanjut Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), penting bagi orang tua untuk aktif berkunjung ke posyandu, puskesmas, klinik khusus ibu dan anak hingga rumah sakit untuk memantau berat badan dan tinggi badan anak bersama petugas kesehatan. (Seva/HH/Dok. M&B UK)

#berat badan kurang #bayi #anak #
loading...
loading...




RELATED ARTICLE

Gadget Bisa Sebabkan Anak Lambat Bicara, Ini Solusinya

5 Manfaat Membacakan Buku Cerita Untuk Bayi

Tanda Gangguan Perkembangan pada Bayi Usia 6-12 Bulan


OTHER ARTICLES

Milna 1st Bite Day 2017: Nutrisi Terbaik Untuk Si Kecil

Yuk, Ajak Anak Jadi Koki Cilik di 4 Tempat Ini!

Vaksin Rubella Gratis untuk Anak Diberikan Agustus 2017

Jangan Takut! Anak Prematur Bisa Berprestasi di Sekolah

5 Cara Efektif Menghentikan Penggunaan Dot pada Anak